Sejarah Singkat Koran Wawasan

Perkembangan pola pikir masyarakat dewasa ini tidak dapat dilepaskan dengan peran serta media massasebagai social mirror yang menyajikan berbagai peristiwa dalam masyarakat. Media cetak menjadi salah satu saluran yang menghantarkan berbagai informasi ketengah masyarakat.

PT. Sarana Pariwara Semarang adalah salah satu unit usaha yang dikembangkan oleh Harian Suara Merdeka yang merupakan Koran “Market Leader” di Jawa Tengah.

Anak Perusahaan ini mencoba membidik peluang yang belum pemah dimanfaatkan sebelumnya yaitu dengan membuat konsep harian sore, yang pada akhimya menerbitkan Harian Sore wawasan.

Sebagai sebuah harian sore, Wawasan dituntut untuk dapat menampilkan berita yang belum di muat oleh Koran pagi. Hal-hal yang bertemakan lokal harus menjadi perhatian utama bagi Wawasan mengingat segmennya sebagai koran daerah.

Harian Sore Wawasan terbit perdana pada tanggal 17 Maret 1986 dengan nama Badan Usaha P.T Sarana Pariwara Semarang dan berdasar hukum SK Menteri Penerangan RJ no. 027/MENPEN/SIUPP/A.7 tanggai 23 Januari 1986.

Selain ingin menerbitkan koran sore, yang menjadi pertimbangan lain adalah ingin menampilkan produk baru agar masyarakat Jawa Tengah dapat memperoleh informasi yang belum termuat dalam koran pagi. Hai ini yang kemudian dituangkan dalam semboyan "Pagi Terjadi, Sore Tersaji". Yang mencoba menyajikan aktivitas peristiwa pagi pada hari yang sama.

Dengan falsafah Wawasan "Suara Jawa Tengah", bukan berarti bahwa segmentasi materi pemberitaan hanya mencakup lingkup Jawa Tengah saja. Meskipun Jawa Tengah menjadi materi berita mayoritas yang disajikan, perbagai peristiwa nasional dan internasional juga mendapat perhatian.

Pada tahun 1986 sampai dengan tahun 1989 jumlah halaman Wawasan hanya 8 halaman dengan isi berita mayoritas dari kantor berita ANTARA, yaitu dengan perbandingan 75% dari ANTARA dan 25% dari reporter/koresponden Wawasan. Jumlah space halaman hampir 90% berita dan 10% iklan.

Mulai Juni 1989 ada perubahan kebijakan mengenai jumlah halaman menjadi 12 halaman.

Materi berita difokuskan untuk berita Jawa Tengah denagn prosentase 60%, khususnya Semarang dan 40% untuk berita luar Jawa Tengah. Perbandingan space halaman juga mengalani perubahan menjadi 60% untuk berita dan 40% diharapkan terisi oleh ikian sesuai peraturan Menteri Penerangan.

Mengikuti perkembangan teknologi dan isu-isu sosial yang begitu cepat dan bergam sejak kebebasan pers didengungkan pada medio 1998. Mulai November 2002 Wawasan resmi membuka situs www.wawasan.co.id sebagai sarana penyebaran informasi melalui internet. Pada Agustus 2004 Wawasan memperbarui wajah edisi minggunya, yaitu dengan menambah halaman Prisma.

Mengingat pertumbuhan industri media yang sangat pesat, keberadaan koran sore sudah tidak lagi menjadi satu-satunya media yang bisa memberikan infomasi secara cepat. Dan sesungguhnya bahwa di dunia ini tidak ada satupun Koran sore yang bisa menjadi Koran “besar”.

Menyadari akan hal tersebut, pada tanggal 10 Januari 2011 atas kebijakan manajemen, Wawasan berubah menjadi Koran pagi, seperti halnya Koran-koran lain yang beredar di Jawa Tengah dengan tidak meninggalkan identitasnya sebagai Koran pelengkap dari “saudara tuanya” Suara Merdeka. “Cerdas Mengupas” adalah tag-line yang diusung dengan tujuan untuk memberikan nuansa tersendiri bagi pembacanya.

Visi Dan Misi Koran Pagi Wawasan:

Visi

Sebagai perusahaan media informasi yang handal untuk peningkatan kecerdasan, kesejahteraan masyarakat dan pengasuh Suara Merdeka Group.

Misi

  • Mandiri
  • Menyelesaikan pekerjaan/tugas secara professional
  • Etika
  • Bertingkah laku atas dasar nilai-nilai Moral dan Agama
  • Dedikasi
  • Bekerja berdasarkan Pengabdian kepada Perusahaan
  • Inovasi
  • Mengembangkan kebiasaan bertumbuh yang terus menerus demi kemajuan
  • Administrasi
  • Tertib administrasi dalam segala bidang.